Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan tantangan baru bagi dunia komunikasi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Prof. Widodo Muktiyo dalam pemaparannya mengenai pentingnya peran akademisi, pemimpin, dan praktisi humas dalam menghadapi perubahan peradaban komunikasi.


Ia menyoroti bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan kedaulatan komunikasi, data, dan informasi. Pasalnya, masyarakat masih cenderung menjadi konsumen teknologi komunikasi, sementara penguasaan informasi dan teknologi banyak berada di tangan para pengelola serta pemilik platform digital.


Menurutnya, hak berkomunikasi dan memperoleh informasi merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus dijamin. Terlebih, masyarakat saat ini hidup dalam dua ruang sekaligus, yakni realitas sosial dan realitas virtual. Kondisi tersebut memunculkan berbagai tantangan, seperti misinformasi, disinformasi, dan malinformasi yang dapat memengaruhi pola pikir masyarakat.


Prof. Widodo juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kognitif dan kompetensi sumber daya manusia komunikasi agar mampu mengikuti kompleksitas perkembangan teknologi. Dalam hal ini, akademisi, pemimpin, serta praktisi hubungan masyarakat pemerintah dituntut untuk memperkecil blind zone atau ruang ketidaktahuan dalam menghadapi perubahan zaman.


Ia menjelaskan bahwa teknologi tidak hanya berperan sebagai pendukung untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, tetapi juga menjadi penggerak inovasi, pemberdaya, hingga pengubah berbagai pola kerja dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi harus disertai nilai dan tanggung jawab agar tidak sekadar menjadi alat, melainkan memberikan manfaat nyata.


Lebih lanjut, fungsi humas pemerintah dituntut terus bertransformasi dalam menjawab perubahan teknologi, perilaku masyarakat, serta meningkatnya tuntutan transparansi publik. Humas harus mampu menghadirkan komunikasi yang memberikan edukasi, membangun pemahaman, dan menangkal penyebaran informasi yang menyesatkan.


Prof. Widodo menegaskan bahwa komunikasi memiliki peran penting dalam menjaga kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, humas pemerintah diharapkan menjadi penghubung yang mampu menyelaraskan komunikasi antarlembaga pemerintah sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat sipil (civil society).


Melalui peningkatan kompetensi, adaptasi teknologi, dan penguatan nilai komunikasi, peran akademisi serta praktisi humas diharapkan mampu berkontribusi dalam mewujudkan ekosistem informasi yang sehat, transparan, dan berdaulat menuju Indonesia satu abad kemerdekaan.
Sumber

all services

sketches
UI/UX Design
motion graphics
responsive design
product design
app design
psd design
Design Trends
Customer Support
Fully Responsive
Web Development
Branding

MY latest projects

portfolio-1-1

logistics

portfolio-1-2

web development

portfolio-1-3

App development

portfolio-1-4

tourism

portfolio-1-5

hire

portfolio-1-6

home services

testimonials

hear from my top clients

GET a quote

lets talk about pricing

Feel free to get in touch with me. I am always open to discussing new projects, creative ideas or opportunities to be part of your visions.